Popular Science News

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 26 Juni 2010

Intrusi Air Laut Pada Hilir Sungai Tondano di Kota Manado



RINGKASAN
Steve Fredrich Jansen. NIM. 99 053 158. Intrusi Air Laut Pada Hilir Sungai Tondano di Kota Manado. Dibimbing oleh: Ir. P. A. ANGMALISANG, M.Sc Ph.D dan Dr. Ir. R. DJAMALUDDIN, MS

Muara sungai merupakan salah satu bentuklahan (landform) di wilayah pesisir dimana bentukan dari daerah pertemuan antara massa air laut dengan massa air daratan. Bentuklahan ini diketahui mudah terganggu akibat proses alamiah maupun aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Hilir Sungai Tondano di Kota Manado masih terpengaruh oleh lingkungan sekitar hilir yang berhubungan dengan terjadinya intrusi air laut.
Lukow (2001) menginformasikan bahwa intrusi air laut hilir Sungai Tondano di Kota Manado dipengaruhi oleh pasang surut (pasut) air laut yang terjadi dalam jangka waktu yang pendek. Waktu air laut pasang terintrusi jauh ke hulu sungai.
Kegiatan penelitian dipandang perlu diupayakan untuk menyediakan data dan informasi terkini guna menunjang pemanfaatan hilir sungai. Kegiatan penelitian yaitu sampai sejauhmana intrusi air laut yang terjadi pada hilir Sungai Tondano di Kota Manado dan bagaimana keberadaan morfometri aliran sungai tersebut. Morfometri aliran sungai dalam hal ini dibatasi pada faktor lebar dan panjang sungai.

Observasi dan pengukuran sejauhmana jangkauan intrusi air laut ditentukan dengan membagi 6 stasiun pengamatan. Tiap stasiun pengamatan, pengambilan sampel dilakukan pada bagian kiri, tengah dan bagian kanan sungai. Tiap bagian pengambilan dibagi lagi 3 pengambilan sampel yaitu di lapisan atas, tengah dan di lapisan bawah kolom air sungai. Observasi dan pengukuran dilakukan pada saat periode Bulan Mati dan periode Bulan Perbani akhir. Pengambilan sampel air dilakukan selama beberapa jam serta terbagi atas:
1. Pengukuran nilai jangkauan salinitas di setiap stasiun pengamatan
dilakukan selama periode air pasang yaitu 12 jam, mengingat tipe pasang
surut Perairan Laut Sulawesi bertipe semidiurnal.
2. Pengukuran tinggi pasut dilakukan selama 24 jam.
3. Pengukuran debit air tawar pada saat air surut.

Hasil pengamatan diketahui bahwa masuknya air laut bergantung pada pasut. Semakin tinggi air pasang maka air laut yang masuk ke hilir sungai akan lebih banyak. Semakin banyak air laut yang masuk ke hilir sungai maka kandungan salinitas di daerah tersebut pun akan semakin tinggi. Nilai salinitas pada setiap stasiun pengamatan juga ditentukan oleh jarak, lebar dan kedalaman sungai. Stasiun 1 yang letaknya paling dekat dengan laut mendapat pengaruh yang lebih besar dibandingkan stasiun 2, 3, 4, 5 dan 6. Dari hasil terlihat bahwa intrusi air laut terjadi di lapisan tengah dan lapisan bawah sungai.

SKRIPSI PENELITIAN
STEVE F. JANSEN
OCEANOLOGY SAM RATULANGI UNIVERSITY
e-mail :  marinefredrich_99@yahoo.com

Tidak ada komentar:

BBC

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Arsip Blog

Ada kesalahan di dalam gadget ini

NYTimes

Press Europ