Popular Science News

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 07 September 2011

Marko Tampi Menahkodai Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat untuk tahun 2011-2014

Program Studi Ilmu Kelautan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsiversitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada tahun 1988 telah banyak menghasilkan sarjana-sarjana yang potensial, serta aktif dalam upaya melanjutkan cita-cita perjuangan dalam rangka mengisi kemerdekaan demi menciptakan masyarakat adil dan makmur.  Saat ini jumlah lulusan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi telah mendekati 1000 orang  yang tersebar di seluruh daerah Indonesia dan luar negeri.


Dalam rangka mencapai tujuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu ditingkatkan peran serta para sarjana Ilmu Kelautan dalam pembangunan yang berbasis kelautan.   Persaudaraan, semangat serta jiwa yang membangun dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan, inilah yang perlu terus dibina dan dikembangkan bagi kepentingan bersama menuju masa depan yang lebih baik, maka lulusan Program studi Ilmu Kelautan UNSRAT tergerak dan merasa penting untuk membentuk perkumpulan yang bernama : IKATAN SARJANA KELAUTAN UNSRAT atau disingkat ISKU.

Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat telah  mengalami  3 periode masa kepemimpinan hingga sekarang di mana, periode pertama di nahkodai oleh Gustaf N. Mamamngkey, S.Pi.,M.Sc.,Ph.D selanjutnya pada periode kedua oleh Dannie R.S. Oroh, S.Pi.,M.Si dan sejak 3 September 2011 hingga sekarang dinahkodai oleh Marko B. Tampi, S.IK (Hasil Musyawarah Besar ISKU III, 3 September 2011).

Harapan kedepan  bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh 2 (dua) kepengurusan sebelumnya dapat terus ditindaklanjuti oleh Nahkoda baru Marko B. Tampi S.IK dan terus mengemban visi dan misi ISKU yang diantaranya : menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang nyaman, menyiapkan sumberdaya manusia yang berdaya saing dan bermartabat, memberdayakan potensi sumberdaya alam yang aman, mempertahankan keseimbangan alam dan memaksimalkan  konservasi lingkungan



BBC

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Arsip Blog

Ada kesalahan di dalam gadget ini

NYTimes

Press Europ